Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan dan Perbedaan antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta

Berbicara tentang kopi pasti para penikmat kopi sudah tahu dong tentang dua jenis kopi ini, yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Namun ada juga yang masih belum mengenal dan belum bisa membedakannya. Pada zaman sekarang ini banyak anak muda yang mulai mencicipi kopi bahkan banyak juga yang ingin menjadi penikmat kopi.



Zaman sekarang banyak anak muda yang ingin membuka usaha kedai kopi namun masih bingung untuk menggunakan jenis kopi seperti apa untuk bisnis mereka. Nah, bagi kalian yang ingin sekali membuka usaha di bidang kopi ini tentunya kalian harus paham tentang kopi yang akan kalian olah dan pasarkan sehingga costumer kalian tidak bingung untuk memesan kopi yang nikmat.

Kopi memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma, rasa, tingkat keasaman dan kandungan kafein di dalam kopi tersebut tergantung dari ciri-cirinya. Ciri-ciri itu sendiri meliputi tempat tumbuhan kopi tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi. Spesies kopi ini ada dua, yaitu kopi arabika dan kopi robusta dan memiliki varietas kopi yang unik dari masing-masing jenis kopi tersebut.

Kopi Arabika

Jenis kopi arabika ini di klasifikasi oleh ilmuan asal Swedia yang bernama Carl Linneus pada tahun 1753. Kopi arabika memiliki varietas kopi yang unik antara lain Colombian Milds, Guatemala Huehuetenango, Sulawesi Toraja Kalosi, Kopi Gayo, Kopi Jawa, dan lain-lain.

Lokasi Tanam Kopi Arabika

Tanaman kopi arabika pada umumnya tumbuh di dataran tinggi dengan suhu yang sejuk. Tanaman ini tumbuh optimal jika di tanam di ketinggian 700-1700 mdpl dan memiliki suhu antara 16-20 derajat Celsius dengan iklim kering selama tiga bulan berturut-turut. Karena tanaman ini rentan akan penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV) membuat tanaman ini di tanam di ketinggian 700-1700 mdpl supaya tanaman kopi arabika ini tumbuh optimal, karena jika tanaman ini di tanam di ketinggian kurang dari 700 mdpl menbuat tanaman ini tumbuh tidak optimal.

Bentuk Biji Kopi Arabika

Bentuk dari biji kopi arabika memiliki ukuran yang agak besar dan bentuk biji yang sedikit memanjang dan agak pipih. Oleh karena itu teknik roasting yang di gunakan kopi arabika berbeda dengan kopi robusta. Sehingga membuat biji kopi arabika memiliki tekstur yang lebih halus.

Rasa dan Aroma Kopi Arabika

Berbicara tentang rasa dan aroma dari kopi arabika, kopi arabika ternyata memiliki varian rasa dan aroma yang berbeda. Sebelum kopi arabika ini di sangrai, biji kopi arabika bisa mengeluarkan aroma seperti buah blueberry. Akan tetapi ketika biji kopi arabika ini sudah di sangrai, kopi arabika ini mengeluarkan aroma yang wangi mulai dari bunga, buah dan kacang-kacangan. Mengenai rasa dari kopi arabika, kopi arabika memiliki rasa yang unik, karena kandungan gula yang tinggi pada kopi arabika membuat rasa dari kopi arabika ini terasa manis dan asam.

Kadar Kafein Kopi Arabika

Bagi kalian yang memiliki masalah pada lambung tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi kopi arabika ini. Karena kopi arabika memiliki kadar kafein yang rendah di kisaran 0,8-1,4 persen sehingga membuat kopi arabika ini nyaman di lambung. Karena kadar kafein yang rendah membuat kopi arabika ini terasa lembut dan terlihat tidak terlalu pekat saat di seduh.

Harga Kopi Arabika

Kopi arabika banyak di buru oleh para penikmat kopi karena rasa dari kopi arabika bervariasi harganya pun bervariasi tergantung dari karakter rasa kopi arabika itu sendiri, jadi semakin unik karakter rasa kopi arabika semakin mahal harganya belum lagi jika ketersediaannya terbatas. Harga dari kopi arabika ini di bandrol dengan harga 30 ribu rupiah sampai 40 ribu rupiah per 100 gram tergantung asal daerahnya dan kopi arabika ini biasanya di jual dalam bentuk biji bukan bubuk. Supaya aroma dan rasa dari kopi arabika ini tetap terjaga atau masih fresh.

Kopi Robusta

Kopi robusta memiliki nama latin Coffea Canephora atau Coffea Robusta) yang mana merupakan keturunan beberapa spesies kopi. Tanaman ini memiliki sistem akar yang dangkal dan tumbuh menjadi pohon dengan ketinggian 10 meter. Masa berbunga dari kopi ini pun tidak teratur dan membutuhkan waktu 10-11 bulan masa panen dengan begitu bisa menghasilkan biji kopi yang di inginkan. Varietas kopi robusta yang terkenal antara lain kape alamid dari Filipina dan kopi luwak dari Indonesia. Karena biji kopi ini di kumpulkan dari musang luwak membuat rasa yang khas dari kopi ini.

Lokasi Tanam Kopi Robusta

Tanaman kopi robusta pada umumnya tumbuh di dataran rendah dengan suhu yang sejuk. Tanaman ini tumbuh optimal jika di tanam di ketinggian 400-700 mdpl dengan temperatur suhu 21-24 derajat Celsius dengan iklim kering selama 3-4 bulan berturut-turut dan iklim hujan kiriman selama 3-4 kali. Buah yang di hasilkan oleh tanaman ini terbilang banyak, namun tanaman ini rentan akan serangan serangga karena ketinggian tanaman ini berada di bawah 700 mdpl. Akan tetapi tanaman ini lebih tahan terhadap hama dan penyakit, maka dari itu tanaman ini membutuhkan lebih banyak pestisida dan herbisida di bandingkan dengan perkebunan arabika.

Bentuk Biji Kopi Robusta

Bentuk dari biji kopi robusta berbeda dengan arabika karena bentuk biji robusta sedikit membulat dan terlihat padat. Ukuran dari biji kopi robusta pun lebih kecil di bandingkan biji kopi arabika dan tekstur yang di hasilkan oleh biji kopi robusta lebih kasar di bandingkan dengan kopi arabika.

Rasa dan Aroma Kopi Robusta

Tentang rasa dan aroma dari kopi robusta berbeda dengan kopi arabika, kopi robusta memiliki aroma dan rasa yang cenderung kasar dan kuat. Akan tetapi kopi robusta memiliki rasa yang netral dan rasa dari kopi robusta pun tidak bervariasi berbeda dengan kopi arabika. Biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan jika belum di sangrai, oleh karena itu biji kopi robusta memiliki aroma yang tidak begitu nikmat walaupun sudah di sangrai. Ketika di seduh pun aroma dari kopi robusta tidak terlalu nikmat seperti kopi arabika, namun soal rasa dari kopi robusta sangat cocok untuk para pecinta kopi strong.

Kadar Kafein Kopi Robusta

Nah, bagi kalian yang memiliki masalah pada lambung di sarankan untuk tidak mengonsumsi kopi robusta secara terus-menerus karena kadar kafein dari kopi robusta terbilang tinggi di bandingkan dengan kopi arabika. Kopi robusta memiliki kandungan kafein 1-8,5 persen, karena kandungan kafein yang di miliki oleh kopi robusta lebih tinggi di bandingkan kopi arabika membuat rasa dari kopi robusta ini cenderung pahit di bandingkan kopi arabika. Maka dari itu kopi robusta lebih banyak di minati di kalangan orang dewasa. Kopi robusta ini sering di jadikan kreasi kopi agar bisa di nikmati oleh kalangan usia.

Harga Kopi Robusta

Soal harga dari kopi robusta sendiri pun relatif terjangkau di bandingkan kopi arabika. Karena kopi robusta memiliki rasa yang cenderung sama berbeda dengan kopi arabika yang memiliki rasa yang variatif. Harga dari kopi robusta saat ini berada di kisaran harga 22 ribu rupiah sampai 25 ribu rupiah per 100 gram.

Jadi bagaimana menurut kalian? Apakah kalian termasuk golongan pecinta kopi strong atau soft? Jika kalian lebih nikmat dengan kopi yang memiliki rasa yang kuat kopi robusta bisa menjadi pilihan kalian. Akan tetapi jika kalian memilih kopi dengan rasa yang lembut kopi arabika bisa menjadi pilihan kalian.

Posting Komentar untuk "Penjelasan dan Perbedaan antara Kopi Arabika dan Kopi Robusta"

Berlangganan via Email